Awas..Kriminalisasi Ponsel

Posted: 21/06/2010 in Manajemen Qolbu, Pengetahuan.

Memang ya sobat dante,teknologi tidak bisa dipandang dari derajat kekayaan, latar belakang sosial dan umur.Perkembangan teknologi komunikasi seluler seakan tidak bisa terbendung Lagi Bagaikan wabah viruz,teknologi telah menjangkiti baik penduduk kota maupun juga kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai wilayah pelosok (conto:yg pny web ini jg orang pelosok,tp bsa internetan.Hueehehe)
ibarat mata pisau,disatu sisi hal ini memberi dampak positif,karena mempersempit ruang jarak komunikasi.Tapi disisi lain,pesatnya teknologi seluler bisa memberi efek yang negatif.

Sudah bukan hal yang tabu saat ini banyak kasus kejahatan yang memanfaatkan ponsel,ya tow?..Ponsel yg notabenenya untuk komunikasi disalahgunakan fungsinya untuk kejahatan.
( conto:pemilik web ini juga pernah jadi korban tindak kejahatan lewat ponsel lho?ceritanya dapet telpon ngaku dari indosat, mengucapkan selamat dapet leptop tapi harus ngirim dulu vocer isi ulang 300rb. bodohnya aq langsung percaya karena memang dari dulu ngidam letop elum kesampaian. tapi setelah vocer aq kirim eeee,,ketipu dech gueee.gapapa.buat pengalaman sobat dante)

sebenarnya banyak sekali kasus kasus kejahatan yang bermula dari ponsel dari penipuan bermodus undian berhadiah seperti yang telah dante critakan di atas tadi sampai dengan kasus asusila seperti tindak pencabulan anak yang sekarang sedang marak dibicarakan. Inilah yang menjadi keharusan sebagai orang tua yang mempunyai anak untuk meningkatkan kewaspadaan. Boleh saja memberikan kelonggaran atau kebebasan kepada anak dengan memberikan sejumlah fasilitas tekhnologi seperti leptop atau alat elektronik lain khususnya handphone. karena alih alih memberikan kemajuan teknologi biar anak gak gaptek ( gagap tekhnologi) tapi yang didapat malah jadi korban tindak kejahatan pencabulan, kan gawat…bisa merusak masa depannya..tapi juga jangan terlalu ketat jadi orang tua..maksudnya baik, yaitu menjaga anak yang disayangi tapi saking ketatnya, gak boleh ini gak boleh itu, gak boleh ina gak boleh inu.akhirnya anak jadi berontak dan lari..anda sendiri kan yang rugi…jalan yang terbaik adalah berilah apa yang menjadi hak anak dan berilah penjelasan dan pengawasan,, jangan sungkan sungkan untuk berbicara kepada anak, jangan lepaskan mereka terlalu bebas karena bahaya akan terus mengancam mereka terutama mengingat sifat alami anak yang sangat suka hal hal yang baru dan sangat mudah sekali menerima perubahan akan membuat mereka menjadi sasaran yang empuk bagi para kriminal..

menurut dante neh dan menurut pengalaman dante yan di dapat dari kasus kasus yagn udah udah para kriminal ponsel ini akan memanfaatkan sifat anak yang masih labil. awalnya pura pura salah kirim sms atauw sebenarnya malah memang disengaja dengan mengirimkan sejumlah sms ke nomer handphone secara acak jiak ada respon, maka diajak berkenalan jika korban menanggapi makan pelaku akan semakin intensif menjalin komunikasi sampai korban masuk ke dalam perangkap. bahkan ada sebagian kasus yang sampai korbannya itu menjalani komunikasi dengan orang asing itu sampai layaknya sepasang kekasih walaupun merekan belum pernah ketemu. Dengan kedekatan seperti ini tidak heran jika korban dengan mudah untuk diajak bertemu dan diajak pergi sampai berhari hari dan diajak pelaku untk berhubungan intim, kalaupun awalnya menolak, lama lama akan pasrahkarenadipaksa dan hal seperti itu yang akan merusak psikologi anak karena itu termasuk tindakan pemerkosaan.

meski telah dirugikan korban biasanya enggan melaporkan kejadian yang menimpanya. Pada umumnya mereka merasa malu dan takut untuk cerita dan setelah didesak orang tua yang melihat perubahan tingkah laku anaknya baru akan mengaku. Tentu sajakan sebagai orang tua sangat tidak menginginkan hal itu terjadi dengan anak kita? untuk itulah kewaspadaan sangat dibutuhkan walaupun hal itu kadang kadang bagi si anak dianggap sebagai otoriter orang tua terhadap mereka. sering seringlah berbincang bincang kepada anak bukan sebagai orang tua tetapi sebagai teman sdan sahabat, karena anak aka lebih mudah menerima kita jika posisi kita sebagai sahabat bukan sebagai orang tua.sebagai orang tua harus pintar pintar mengatur strategi agar anak tidak merasa terkekang tetapi orang tua juga merasa tenang

berikut tips yang dante dapat dari teman teman dante yang berusaha menghindari kriminalisasi ponsel :

1. Jangan beli pulsa sembarang tempat. artinya jangan asal memilih konter untuk dibeli pulsanya. karena jika kita membeli pulsa khususnya yang elektronik, kan nulis nomer kita di kertas atau buku tuh, nah biasanya pelaku mendapatka nomer kita dari situ lhoooo,,,jadi waspada aja.beli aja dikonter di kampung kita, atau di konter yang pemilik atau penjaganya kita kenal dengan baik…

2. Jangan balas atau tanggapi jika ada sms atau telpon dengan nomer yang asing yang gelagatnya kurang baik..salah kirim itu biasa tapi jika lama lama dirasa mengganggu dan menjurus ke tindak kejahatan jangan segan segan untuk memutukan kontak dengan nomer itu.

3. sering seringlah sharing dengan orang tua( bagi anak ) dan dengan anak ( bagi orang tua ) tentang masalah yang dihadapi jangan sungkan membicarakannya..

4. Bekali Iman yang kuat… kita tidak bisa setiap hari menjaganya ada kalanya kita lengah..dengan bekal Iman yang kuat kita tidak aka khawatir anak akan terjerumus ke hal hal yang negatif.

semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s